Langkah sederhana membuat server VPN pada windows xp
Melanjuti permintaan dan pertanyaan dari seorang pengunjung blog ini yang mempertanyakan bagaimana cara membangun VPN server pada windows XP. Sebenarnya dalam keluarga windows mulai dari versi windows XP sampai dengan windows 7 hampir sama semua pada dasarnya. Begitu juga dengan caranya, meskipun agak sedikit berbeda namun pada dasarnya sama, untuk itulah kenapa saya sering memaksa orang untuk memahami bukan untuk menghafal apalagi sampai menggunakan perasaan, karena dengan memahami sesuatu pertanyaan sesulit apapun akan bisa dipecahkan.
Berikut ini artikel cara membangun VPN server pada windows XP, Yang di butuhkan yaitu (tidak mutlak) 2 NIC (network interface card) salah satunya akan digunakan untuk komunikasi antara komputer yang berstatus sebagai VPN server dan VPN client. Berikut ini langkah mudahnya :
Kenapa saya tidak bisa terhubung? Pastikan username dan password semuanya benar, Jika anda berada dibelakang modem/firewall pastikan konfigurasinya benar, gunakan Port Mapping untuk mengarahkan jalur menuju komputer yang seharusnya (sama seperti artikel cara membuat webserver/CCTV via internet), port standard PPTP adalah 1723.
Berikut ini artikel cara membangun VPN server pada windows XP, Yang di butuhkan yaitu (tidak mutlak) 2 NIC (network interface card) salah satunya akan digunakan untuk komunikasi antara komputer yang berstatus sebagai VPN server dan VPN client. Berikut ini langkah mudahnya :
- Start -> Control Panel -> Network Connections -> Create a New Connection
- Klik Next -> Pilih “Set up an advanced connection“
- Klik Next -> Pilih “Accept incoming connections“
- Klik Next -> Kalau komputer/laptop kalian ada port LPT1 (printer) jangan di beri tanda centang, abaikan saja -> Klik Next
- Pilih “Allow virtual private connections” -> Klik Next
- Pilih User yang kita perbolehkan untuk melakukan koneksi kedalam mesin, Bisa juga kita menambahkan User sendiri dengan klik tombol “Add“
- Klik Next -> Pilih “Internet Protocol (TCP/IP)” -> Properties
- Centang “Allow callers to access my local area network” (Jika memperbolehkan user mengakses lokal area network termasuk didalamnya share files/printers/device lainnya yang dishare) Kalau tidak memperbolehkan silahkan dihapus centangnya. Pilih “Assign TCP/IP addresses automatically using DHCP” Kalau menggunakan DHCP server (butuh program khusus karena XP tidak menyediakan DHCP server secara default). Pilih “Specify TCP/IP addresses” range (batasan) misalnya 192.168.0.1 sampai dengan 192.168.1.255 maka otomatis client terhubung akan mendapatkan IP dalam range tersebut selama available. Pilih “Allow calling computer to specify it’s own IP address” Jika memperbolehkan user yang terhubung boleh merubah konfigurasi TCP/IP sendiri secara manual.
- Klik Next -> Klik Finish
Kenapa saya tidak bisa terhubung? Pastikan username dan password semuanya benar, Jika anda berada dibelakang modem/firewall pastikan konfigurasinya benar, gunakan Port Mapping untuk mengarahkan jalur menuju komputer yang seharusnya (sama seperti artikel cara membuat webserver/CCTV via internet), port standard PPTP adalah 1723.
Sabtu, 08 Oktober 2011
APA ITU WI FI
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.11 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).
Hardware wi-fi yang ada di pasaran saat ini ada berupa :
Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.
Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).
Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.
Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).
Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.
Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.
Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).
Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.
Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.
Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.
Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:- 802.11a
- 802.11b
- 802.11g
- 802.11n
-
Spesifikasi Wi-Fi Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
BandCocok
dengan802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz b 802.11a 54 Mb/s ~5 GHz a 802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g 802.11n 100 Mb/s ~2.4 GHz b, g, n
Versi Wi-Fi yang paling luas dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi pada 2.400 MHz sampai 2.483,50 MHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11 channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
- Channel 1 - 2,412 MHz;
- Channel 2 - 2,417 MHz;
- Channel 3 - 2,422 MHz;
- Channel 4 - 2,427 MHz;
- Channel 5 - 2,432 MHz;
- Channel 6 - 2,437 MHz;
- Channel 7 - 2,442 MHz;
- Channel 8 - 2,447 MHz;
- Channel 9 - 2,452 MHz;
- Channel 10 - 2,457 MHz;
- Channel 11 - 2,462 MHz
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo masyarakat --khususnya di kalangan komunitas Internet-- menggunakan teknologi Wi-Fi dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke tempat dimana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di tempat-tempat tersebut --yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia jasa Internet bahkan orang perorangan-- dipicu faktor kedua, yakni karena biaya pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4 trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 milyar dollar Amerika dari tahun 2002 (www.analysys.com).
[sunting] Wi-fi Hardware
Wi-fi dalam bentuk PCI
Wi-fi dalam bentuk USB
[sunting] Mode Akses Koneksi Wi-fi
Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi, yaitu[sunting] Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode dimana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point[sunting] Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).[sunting] Sistem Keamanan Wi-fi
Terdapat beberapa jenis pengaturan keamanan jaringan Wi-fi, antara lain:[sunting] Popularitas Wi-fi
Di Indonesia sendiri, penggunaan Internet berbasis Wi-Fi sudah mulai menggejala di beberapa kota besar. Di Jakarta, misalnya, para maniak Internet yang sedang berselancar sambil menunggu pesawat take off di ruang tunggu bandara, sudah bukan merupakan hal yang asing.Fenomena yang sama terlihat diberbagai kafe --seperti Kafe Starbucks dan La Moda Cafe di Plaza Indonesia, Coffee Club Senayan, dan Kafe Coffee Bean di Cilandak Town Square-- dimana pengunjung dapat membuka Internet untuk melihat berita politik atau gosip artis terbaru sembari menyeruput cappucino panas.
Dewasa ini, bisnis telepon berbasis VoIP (Voice over Internet Protocol) juga telah menggunakan teknologi Wi-Fi, dimana panggilan telepon diteruskan melalui jaringan WLAN. Aplikasi tersebut dinamai VoWi-FI (Voice over Wi-Fi).
Beberapa waktu lalu, standar teknis hasil kreasi terbaru IEEE telah mampu mendukung pengoperasian layanan video streaming. Bahkan diprediksi, nantinya dapat dibuat kartu (card) berbasis teknologi Wi-Fi yang dapat disisipkan ke dalam peralatan eletronik, mulai dari kamera digital sampai consoles video game (ITU News 8/2003).
Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa bisnis dan kuantitas pengguna teknologi Wi-Fi cenderung meningkat, dan secara ekonomis hal itu berimplikasi positif bagi perekonomian nasional suatu negara, termasuk Indonesia.
Meskipun demikian, pemerintah seyogyanya menyikapi fenomena tersebut secara bijak dan hati-hati. Pasalnya, secara teknologis jalur frekuensi --baik 2,4 GHz maupun 5 GHz-- yang menjadi wadah operasional teknologi Wi-Fi tidak bebas dari keterbatasan (Kompas, 5/2/2004).
Pasalnya, pengguna dalam suatu area baru dapat memanfaatkan sistem Internet nirkabel ini dengan optimal, bila semua perangkat yang dipakai pada area itu menggunakan daya pancar yang seragam dan terbatas.
Apabila prasyarat tersebut tidak diindahkan, dapat dipastikan akan terjadi harmful interference bukan hanya antar perangkat pengguna Internet, tetapi juga dengan perangkat sistem telekomunikasi lainnya.
Bila interferensi tersebut berlanjut --karena penggunanya ingin lebih unggul dari pengguna lainnya, maupun karenanya kurangnya pemahaman terhadap keterbatasan teknologinya-- pada akhirnya akan membuat jalur frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Keterbatasan lain dari kedua jalur frekuensi nirkabel ini (khususnya 2,4 GHz) ialah karena juga digunakan untuk keperluan ISM (industrial, science and medical).
Konsekuensinya, penggunaan komunikasi radio atau perangkat telekomunikasi lain yang bekerja pada pada pita frekuensi itu harus siap menerima gangguan dari perangkat ISM, sebagaimana tertuang dalam S5.150 dari Radio Regulation.
Dalam rekomendasi ITU-R SM.1056, diinformasikan juga karakteristik perangkat ISM yang pada intinya bertujuan mencegah timbulnya interferensi, baik antar perangkat ISM maupun dengan perangkat telekomunikasi lainnnya.
Rekomendasi yang sama menegaskan bahwa setiap anggota ITU bebas menetapkan persyaratan administrasi dan aturan hukum yang terkait dengan keharusan pembatasan daya.
Menyadari keterbatasan dan dampak yang mungkin timbul dari penggunaan kedua jalur frekuensi nirkabel tersebut, berbagai negara lalu menetapkan regulasi yang membatasi daya pancar perangkat yang digunakan.
Selasa, 27 September 2011
Instalasi Windows 2000 Server
7. selang beberapa waktu akan tampil tampilan welcome setup
8. tekan enter untuk melanjutkan installasi selanjutnya anda akan diminta utk membaca agreement instalasi silahkan dibaca lalu tekan tombol F8, selalnjutnya anda diminta utk menentukan partisi
9. kemudian anda akan diminta untuk membuat sebuah partisi yang akan digunakan sebagai partisi sitem nanti silahkan tentukan besar pertisi anda dan kemudian tekan enter
11. tekan enter dan akan tampil tampilan seperti dibawah ini maka pilih opsi pertama untuk memformat dengan sistem file NTFS
12. dan sistem segera melakukan pemformatan pada harddisk yang akan diinstall sistem windows 2000 server
13. setelah harddisk sistem selesai di format maka windows akan mengcopy file-file yang dibutuhkan dalam instalasi
14. setelah file-file selesai di copy ke dalam harddisk sistem selanjutnya windows melakukan inisialisasi konfigurasi dan sesaat kemudian restart , kemudian startup untuk melanjutkan instalasi dalam bentuk GUI
15. selanjutnya tampil jendela welcome setup wizard dari windows untuk melanjutkan proses instalasi berikutnya
16. klik next untuk memulainya dan windows akan melakukan pendeteksian untuk penginstallan device device pada server anda
17. setelah selesai melakukan instalasi pada device-device server anda, maka tiba saatnya untukmelakukan regional setting utk menentukan sistem local, layout keyboard, dsb, sesuai dengan kebutuhan anda
18. kemudian klik next dan isikan nama anda pada tampilan berikutnya
19. setelah mengisinya klik next anda diminta mengisi number licensi key pada produk windows perhatikan dengan benar dan teliti
20. setelah selesai di isi klik next dan akan tampil wizard licensing mode yang bertujuan untuk menetapkan berapa jumlah client yang akan connect ke server anda nanti, setelah itu klik next
21. isikan nama administrator berikut passwordnya di kolom bawahnya
22. klik next utk melanjutkan dan tampil wizard windows 2000 component klik next saja, karena kita bisa menambahkan komponen komponen yang diperlukan nanti setelah instalasi selesai
23. Lalu sesuaikan tanggal dan zona waktu dengan waktu daerah anda
24. Klik next kemudian windows akan menginstal software network server anda
25. setelah selesai maka windows akan menginstall komponen untuk server anda
26. kemudian melakukan final installation untuk menyelesaikan semua instalasi
27. setelah selesai maka akan tampil wizard yang memberitahukan bahwa instalasi telah selesai dilakukan
28. klik finish kemudian windows akan restart untuk memulai sistem operasi windows 2000 server
29. dan kemudian akan tampil jendela awal ketika anda akan masuk ke dalam server yang meminta anda menekan tombol ctrl + alt + del pada keyboard anda
30. tekanlah ctrl + alt + del dan jendela login disuguhkan kehadapan anda
31. sekarang anda sudah bisa menggunakan server anda namun silahkan masukan password administrator yang tadi telah anda buat, setelah anda memasukan password anda dan logon ke dalam server maka anda akan menemui sebuah wizard configure your server untuk melakukan tahap tahap konfigurasi server anda berikutnya
Instalasi merupakan langkah awal yang harus Anda pahami sebelum menggunakan Windows 2000 Server dalam jaringan. Kesempurnaan proses instalasi akan sangat mempengaruhi kinerja mesin server. Pemahaman yang baik mengenai persyaratan dan proses instalasi juga akan sangat membantu dalam proses troubleshooting serta optimasi sistem server.
2.1 Persyaratan Hardware dan Software
Agar sistem Windows 2000 Server dapat berjalan maksimal maka dibutuhkan hardware dan software yang sesuai dengan persyaratan minimal. Berdasarkan informasi resmi dari website Microsoft, persyaratan hardware yang dibutuhkan untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server adalah sebagai berikut :
Komponen | Spesfikasi Minimum | Spesifikasi Yang Disarankan |
Processor | Pentium 133 | Pentium 166 |
RAM | 128 MB | 256 MB |
Harddisk | 2 GB dengan space | Sesuai dengan data yang akan |
bebas minimal 1 GB | disimpan di server | ||
Display | VGA Card dan monitor yang mendukung resolusi 640 x 480 | Mendukung resolusi 1024 x 768 | |
CDROM Drive | 12X Speed, tidak dibutuhkan untuk instalasi lewat jaringan | Lebih tinggi dari 12X | |
Network Card | Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan | Sesuai topologi dan kebutuhan jaringan | |
Disk Drive | Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket. | Disk drive 3.5” , untuk instalasi dengan disket. | |
spesifikasi yang disebutkan di atas adalah kebutuhan minimum agar Windows 2000 Server dapat terinstal dalam komputer. Apabila Anda serius menjadikan sebuah komputer sebagai server jaringan, maka sangat disarankan menggunakan mesin kelas Pentium III dengan RAM 256 MB untuk memperoleh kinerja maksimal.
Untuk menjalankan berbagai latihan dalam buku ini disarankan anda menggunakan komputer Pentium 200 MHz dengan RAM 128 MB. Pada prinsipnya semakin tinggi spesifikasi hardware Anda maka performa sistem akan semakin baik.
Anda perlu memberikan perhatian khusus terhadap berbagai persyaratan software terutama bila Anda akan melakukan upgrade Windows NT Server 4.0 atau instalasi dual boot. Ada dua jenis sistem operasi yang dapat diupgrade menjadi Windows 2000 Server yaitu :
• Windows NT Server 3.51
• Windows NT Server 4.0
Masing-masing sistem operasi tersebut harus diinstal Service Pack minimal versi 3 sebelum diupgrade ke Windows 2000 Server. Anda dapat menginstal lebih dari satu sistem operasi dalam satu harddisk dengan syarat sistem partisi pada harddisk Anda memenuhi persyaratan untuk sistem operasi yang akan diinstal. Prosedur lebih lanjut mengenai instalasi dual boot akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya.
2.2 Persyaratan File System dan Partisi
Pilihan file system akan sangat berpengaruh terhadap jenis sistem operasi yang dapat disimpan dalam harddisk. Setiap file system memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga Anda harus menentukan file system yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anda.
Sistem operasi Windows NT baik versi Server maupun Workstation hanya mendukung sistem file FAT16 dan NTFS. Sedangkan keluarga Windows 2000 mendukung sistem file FAT16, FAT32, maupun NTFS. Anda harus memperhatikan dukungan sistem file terhadap setiap jenis sistem operasi terutama jika Anda ingin mengkonfigurasi instalasi dual boot. Karakteristik setiap jenis file system dalam sistem operasi Windows dapat dilihat pada tabel berikut :
Karakteristik | FAT16 | FAT32 | NTFS |
Sistem operasi yang didukung | DOS Windows 3.11 Windows 9X | Windows 95 OSR2 Windows 98 | Windows NT Windows 2000 |
Windows NT Windows 2000 | Windows 2000 | ||
Efisiensi penggunaan space harddisk | Tidak | Ya | Ya |
Kemampuan kompresi dan quota | Tidak | Tidak | Ya |
Enkripsi dan local security | Tidak | Tidak | Ya |
Dukungan network security | Ya | Ya | Ya |
Ukuran partisi maksimum | 2GB | 32GB | 2TB |
cukup memahami penggunaan utility FDISK sehingga tidak akan dibahas secara detil dalam buku ini. Apabila Anda belum memahami penggunaan utility untuk partisi ini, silahkan membaca dokumentasi ataupun help file dalam MS DOS.
2.4 Pilihan Metode Instalasi
Untuk melakukan instalasi Windows 2000 Server dapat digunakan beberapa metode sebagai berikut :
1) CDROM Bootable
Cara ini paling mudah dan cepat untuk dilakukan. Anda harus mengkonfigurasi BISO komputer untuk booting dari CDROM. Sebuah tampilan text based akan memberikan beberapa pertanyaan mengenai lokasi penempatan Windows 2000 dan sistem partisi yang digunakan.
2) Setup Disk
Metode ini memerlukan waktu paling lama, penulis tidak merekomendasikan cara ini kecuali anda tidak memiliki CDROM drive yang dapat digunakan secara bootable. Sebelum melakukan instalasi anda perlu membuat setup disk dari komputer lain yang sudah terinstal Windows 2000 Server.
3) Instalasi dari OS lain
pabila anda telah memiliki sistem operasi lain di komputer, maka dapat langsung menjalankan proses instalasi dengan memasukkan CDROM Windows 2000 Server dan memanfaatkan proses autorun.
Untuk konfigurasi dual boot, pilihlah option kedua. Sedangkan untuk mengupgrade Windows NT Server ke Windows 2000 Server pilihlah option ke-1. Proses instalasi dilanjutkan dengan mencopy temporary file ke harddisk, booting ulang, dan selanjutnya tampil dialog text based sebagaimana instalsi dengan CDROM bootable.
2.5 Praktek Instalasi Windows 2000 Server
Untuk menginstal sebuah sistim oprasi windows 2000 server maka yang akan anda siapkan adalah sebagai berikut….
1. siapkan 1 buah pc lengkap dengan kapasitasnya untuk menginstal windows 2000 server
2. setting bios dengan first boot pada cd-room
3. masukkan cd-room installer win2000server
4. dan akan tampil tampilan spt ini ketika cd installer diload oleh komputer
5. press f6 jika anda ingin menginstall additional SCSI adapters atau storage devices
6. tambahan jika tidak lewatkan saja dgn tanpa memencet tombol f67. selang beberapa waktu akan tampil tampilan welcome setup
9. kemudian anda akan diminta untuk membuat sebuah partisi yang akan digunakan sebagai partisi sitem nanti silahkan tentukan besar pertisi anda dan kemudian tekan enter
10. buatlah 2 partisi 1 partisi untuk sistem anda dan satu partisi untuk data server anda tentukan besar partisi sesuai dengan keinginan anda
11. tekan enter dan akan tampil tampilan seperti dibawah ini maka pilih opsi pertama untuk memformat dengan sistem file NTFS
12. dan sistem segera melakukan pemformatan pada harddisk yang akan diinstall sistem windows 2000 server
13. setelah harddisk sistem selesai di format maka windows akan mengcopy file-file yang dibutuhkan dalam instalasi
14. setelah file-file selesai di copy ke dalam harddisk sistem selanjutnya windows melakukan inisialisasi konfigurasi dan sesaat kemudian restart , kemudian startup untuk melanjutkan instalasi dalam bentuk GUI
15. selanjutnya tampil jendela welcome setup wizard dari windows untuk melanjutkan proses instalasi berikutnya
16. klik next untuk memulainya dan windows akan melakukan pendeteksian untuk penginstallan device device pada server anda
17. setelah selesai melakukan instalasi pada device-device server anda, maka tiba saatnya untukmelakukan regional setting utk menentukan sistem local, layout keyboard, dsb, sesuai dengan kebutuhan anda
18. kemudian klik next dan isikan nama anda pada tampilan berikutnya
19. setelah mengisinya klik next anda diminta mengisi number licensi key pada produk windows perhatikan dengan benar dan teliti
20. setelah selesai di isi klik next dan akan tampil wizard licensing mode yang bertujuan untuk menetapkan berapa jumlah client yang akan connect ke server anda nanti, setelah itu klik next
21. isikan nama administrator berikut passwordnya di kolom bawahnya
22. klik next utk melanjutkan dan tampil wizard windows 2000 component klik next saja, karena kita bisa menambahkan komponen komponen yang diperlukan nanti setelah instalasi selesai
23. Lalu sesuaikan tanggal dan zona waktu dengan waktu daerah anda
24. Klik next kemudian windows akan menginstal software network server anda
25. setelah selesai maka windows akan menginstall komponen untuk server anda
26. kemudian melakukan final installation untuk menyelesaikan semua instalasi
27. setelah selesai maka akan tampil wizard yang memberitahukan bahwa instalasi telah selesai dilakukan
28. klik finish kemudian windows akan restart untuk memulai sistem operasi windows 2000 server
29. dan kemudian akan tampil jendela awal ketika anda akan masuk ke dalam server yang meminta anda menekan tombol ctrl + alt + del pada keyboard anda
30. tekanlah ctrl + alt + del dan jendela login disuguhkan kehadapan anda
31. sekarang anda sudah bisa menggunakan server anda namun silahkan masukan password administrator yang tadi telah anda buat, setelah anda memasukan password anda dan logon ke dalam server maka anda akan menemui sebuah wizard configure your server untuk melakukan tahap tahap konfigurasi server anda berikutnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar